Pemkab Kukar dan Warga Sangasanga Sinergi Gelar Doa Bersama Peringati 79 Tahun Peristiwa Merah Putih
Sangasanga, 25 Januari 2026 – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Besar Al Mukarromah di Kecamatan Sangasanga pada hari Minggu malam ini, bertepatan dengan agenda “Doa untuk Para Pahlawan”. Kegiatan religius ini merupakan rangkaian utama dalam memperingati 79 tahun Peristiwa Merah Putih, sebuah momentum bersejarah perlawanan rakyat Sangasanga terhadap penjajah. Acara ini menurut rundown acara dihadiri langsung oleh jajaran penting Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, termasuk Asisten 1, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dinas Perhubungan (Dishub), serta tim Protokoler yang berbaur bersama Panitia Lokal dan masyarakat setempat. Kehadiran para pejabat dan elemen masyarakat ini menjadi bukti nyata bahwa semangat nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para syuhada bangsa masih tertanam kuat di sanubari warga Kutai Kartanegara.
Rangkaian acara dimulai tepat pukul 18.00 WITA, diawali dengan pelaksanaan sholat Maghrib berjamaah yang mempererat ukhuwah antara pemimpin daerah dan warganya. Setelah ibadah sholat, acara dilanjutkan dengan sesi sambutan yang menekankan pentingnya meneladani semangat juang para pahlawan Sangasanga dalam konteks pembangunan masa kini. Dalam sambutannya, perwakilan pemerintah menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah menjaga tradisi peringatan ini tetap hidup dan relevan setiap tahunnya. Momen ini juga dimanfaatkan untuk mengajak seluruh jamaah yang hadir agar tidak sekadar mengenang sejarah, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai patriotisme dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara pemerintah kecamatan, panitia masjid, dan masyarakat terlihat sangat harmonis dalam menyukseskan pembukaan acara malam ini.
Inti dari kegiatan malam ini adalah pembacaan Surah Yasin, Tahlil, dan doa bersama yang dipanjatkan khusus untuk arwah para pejuang Peristiwa Merah Putih. Lantunan ayat-ayat suci Al-Quran menggema di seluruh ruang utama masjid, menciptakan atmosfer spiritual yang menyentuh hati setiap jamaah yang hadir. Sesuai dengan tema yang tertera pada spanduk acara, yakni “Semangat Juangmu Sebagai Teladan Terbaikku”, doa-doa yang dipanjatkan membawa harapan agar keberanian para pahlawan menjadi amal jariyah di sisi Allah SWT. Jamaah laki-laki dan perempuan tampak larut dalam kekhusyukan, merenungkan betapa besarnya pengorbanan darah dan air mata yang telah diberikan para pendahulu demi tegaknya kedaulatan di tanah Sangasanga. Prosesi ini menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan generasi masa kini dengan sejarah kelam namun membanggakan di masa lalu.
Menambah bobot keilmuan dan spiritualitas acara, Ustadz Muhammad Rais hadir untuk memberikan tausyiah yang menyejukkan hati para jamaah. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas makna kepahlawanan dari perspektif agama dan kebangsaan, serta mengingatkan pentingnya rasa syukur atas kemerdekaan yang dinikmati hari ini. Ustadz Muhammad Rais menekankan bahwa mendoakan para pahlawan adalah bentuk bakti generasi penerus yang tidak boleh terputus oleh zaman. Pesan-pesan moral yang disampaikan beliau berhasil memotivasi jamaah untuk terus berbuat kebaikan dan menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk. Antusiasme jamaah terlihat jelas saat menyimak setiap butir nasihat yang disampaikan, menjadikan sesi ini sebagai momentum refleksi diri yang sangat berharga.
Rangkaian kegiatan “Doa untuk Para Pahlawan” ini ditutup dengan pelaksanaan sholat Isya berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi ramah tamah dan makan bersama. Momen makan bersama ini bukan sekadar rutinitas konsumsi, melainkan simbol kebersamaan dan kesetaraan antara pejabat pemerintah dan masyarakat akar rumput tanpa sekat birokrasi. Kehangatan terasa saat para Kepala OPD, Camat Sangasanga, dan warga saling bertegur sapa dan berbagi cerita di serambi masjid. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan semangat Peristiwa Merah Putih ke-79 di tahun 2026 ini dapat terus menyala dan menjadi energi positif bagi kemajuan Kecamatan Sangasanga dan Kabupaten Kutai Kartanegara secara keseluruhan. Suksesnya acara ini juga menjadi apresiasi tersendiri bagi Panitia Lokal Masjid Besar Al Mukarramah yang telah bekerja keras mempersiapkan segalanya dengan sangat baik.

