Sekda Kukar Lepas Barisan Napak Tilas Merah Putih dari Monumen Perjuangan Sangasanga Muara
SANGASANGA – Rangkaian peringatan peristiwa heroik di Kecamatan Sangasanga diawali dengan penuh semangat di halaman Monumen Merah Putih, Kelurahan Sangasanga Muara, pada Senin siang (26/01/2026). Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kutai Kartanegara tiba di lokasi acara sekitar pukul 14.00 WITA dan disambut hangat oleh Camat Sangasanga beserta jajaran Forkopimcam yang telah bersiap di lokasi. Dalam laporannya, Camat Sangasanga menyampaikan bahwa meskipun cuaca sangat terik dan menyengat, sebanyak 37 regu peserta tetap menunjukkan militansi tinggi untuk turut serta dalam napak tilas tahun ini. Selanjutnya, Sekda Kukar memberikan sambutan yang menekankan bahwa kehadiran peserta di tengah panasnya matahari adalah bukti nyata bahwa api semangat perjuangan Merah Putih tidak pernah padam di hati warga Sangasanga. Beliau juga mengapresiasi sinergi solid antara Dinas Perhubungan, tim Protokoler, dan Panitia Lokal yang mampu mengatur jalannya acara dengan tertib meski di bawah tantangan cuaca ekstrem.
Suasana yang semula riuh penuh semangat seketika berubah menjadi hening dan khidmat saat sesi pembacaan doa dimulai untuk mengenang arwah para pahlawan. Seluruh hadirin, mulai dari pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga para peserta, menundukkan kepala sejenak memanjatkan doa terbaik bagi para syuhada yang telah gugur mempertahankan tanah Sangasanga. Usai doa dipanjatkan, acara berlanjut ke prosesi utama yakni pelepasan peserta di garis start yang berlatar belakang tugu monumen bersejarah. Sekda Kukar didampingi unsur Forkopimcam secara simbolis mengibarkan bendera kotak-kotak hitam putih, menandai dimulainya perjalanan menelusuri rute gerilya para pejuang. Sorak sorai dan tepuk tangan meriah dari masyarakat mengiringi langkah pertama barisan napak tilas yang bergerak maju dengan gagah berani meninggalkan area start.
Jalanan Sangasanga seketika berubah menjadi arena Pesta Rakyat yang meriah di sepanjang rute yang dilalui oleh iring-iringan peserta hingga garis finis. Ke-37 regu yang berpartisipasi tampil totalitas dengan mengenakan beragam kostum kreatif, mulai dari seragam pejuang tempo dulu, pakaian adat nusantara, hingga atribut perguruan pencak silat yang membawa panji-panji kebesaran. Warga masyarakat pun tumpah ruah ke pinggir jalan untuk menyemangati para peserta, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental di tengah teriknya siang hari. Pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan petugas Dishub memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar tanpa hambatan berarti bagi pengguna jalan lainnya. Kegiatan ini berakhir sukses sekitar pukul 17.00 WITA, menjadi pembuka yang sempurna sebelum dilanjutkannya agenda pembukaan Gelar UMKM pada sore harinya.

