Berita KecamatanBerita Umum

Kukuhkan Nilai Kebersamaan, Jajaran Pemerintah Kecamatan Sangasanga Hadiri Tradisi Beseprah Erau Adat Kutai 2026

TENGGARONG — Suasana kehangatan dan kebersamaan mewarnai sepanjang Jalan Diponegoro, tepat di depan Keraton/Museum Mulawarman Tenggarong, pada Kamis (24/9/2026) pagi. Camat Sangasanga, Bapak Sudarmadi, S.I.P., bersama Sekcam Sangasanga, Ibu Sri Wahyuni Ermawati, S.STP., M.Si., memimpin langsung partisipasi jajarannya dalam acara Beseprah yang merupakan salah satu agenda sakral Festival Erau Adat Kutai 2026. Kehadiran ini juga diikuti secara penuh oleh seluruh Lurah, aparatur sipil negara (ASN), serta staf dari Kantor Camat Sangasanga dan seluruh Kantor Lurah se-Kecamatan Sangasanga. Berdasarkan Surat Edaran Panitia Pelaksana Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Nomor 027/SEK-KD/PPFBE/09/2026, agenda jamuan makan massal ini resmi dibuka mulai pukul 08.00 WITA dan diikuti oleh seluruh OPD, Kecamatan, perbankan, hingga elemen masyarakat umum. Partisipasi aktif jajaran Kecamatan Sangasanga ini menegaskan komitmen pemerintah tingkat kecamatan dalam melestarikan warisan tradisi leluhur Kutai yang kini telah diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Sejak pagi hari sebelum acara dimulai, area lapak kontingen Sangasanga telah dipenuhi semangat gotong royong dan kesiapan pelayanan publik yang ramah. Seluruh pegawai dari Sangasanga berbaur tanpa sekat dengan masyarakat Tenggarong serta pengunjung umum yang memadati area jalan. Aparatur kecamatan dan kelurahan dengan sukacita mempersilahkan warga masyarakat untuk duduk bersama bersila di atas hamparan terpal dan kain putih yang disediakan. Aneka hidangan kuliner tradisional khas Kutai sajian kontingen Sangasanga dihidangkan secara gratis untuk dinikmati bersama oleh sekitar 50 porsi per lapak. Momen saling menyapa dan menikmati santapan pagi dalam suasana egaliter ini menjadi wujud nyata sinergi harmonis antara jajaran birokrat Sangasanga dan masyarakat luas.

Rangkaian ritual Beseprah diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pemutaran Mars Kutai Kartanegara di sepanjang lokasi acara. Setelah lagu kebangsaan dan daerah dikumandangkan, suasana hening sejenak saat seluruh pimpinan dan warga menadahkan tangan dalam pembacaan doa bersama untuk keselamatan serta kemakmuran Benua Etam. Puncak pembukaan ditandai secara simbolis dengan pemukulan kentongan atau telotok secara serentak oleh para pimpinan daerah dan peserta setelah Sultan Kutai Kartanegara Bertitah. Suara gemuruh dentuman kentongan tradisional yang ditabuh bersama oleh Camat Sangasanga, Sekcam, para Lurah, dan seluruh peserta menjadi penanda resmi dimulainya tradisi makan bersama secara serentak. Momen simbolis pemukulan kentongan ini tidak hanya meriah, tetapi juga sarat akan pesan filosofis bahwa kepemimpinan pada hakikatnya adalah sarana untuk melayani dan mengayomi masyarakat.

Secara literatur budaya dan sejarah Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, tradisi Beseprah memiliki makna mendalam terkait nilai kesederajatan (egaliter) dan persaudaraan. Kata beseprah sendiri berasal dari bahasa Kutai yang berarti makan bersama dengan duduk bersila saling berhadapan di atas alas kain/tikar. Tradisi ini melambangkan tiadanya kasta atau batasan sosial antara pejabat penguasa dan rakyat biasa, sebab semua orang duduk sama rendah dan menikmati rezeki yang sama. Dalam ajang Erau Adat Kutai 2026 ini, tradisi tumpah ruah ini juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial untuk mempererat tali silaturahmi serta merawat identitas kebudayaan lokal di tengah derasnya arus modernisasi.

Usai menikmati santapan kuliner khas Kutai dan berinteraksi hangat dengan warga, agenda kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama seluruh keluarga besar Kecamatan Sangasanga dan kelurahan. Senyum kebersamaan tampak memancar dari wajah Camat Sudarmadi, S.I.P., Sekcam Sri Wahyuni Ermawati, S.STP., M.Si., para Lurah, hingga seluruh staf yang tampil serasi mengenakan busana adat. Momen keabadian foto bersama ini menjadi penutup manis atas suksesnya partisipasi Kecamatan Sangasanga dalam perhelatan budaya tahunan Kutai Kartanegara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *