Safari Ramadhan II di Kelurahan Pendingin: Mempererat Silaturahmi dan Meningkatkan Kualitas Ketakwaan
SANGASANGA – Rangkaian Safari Ramadhan 1447 H tingkat Kecamatan Sangasanga berlanjut ke titik kedua yang dilaksanakan di Kelurahan Pendingin pada Selasa, 24 Februari 2026. Meskipun terdapat perubahan lokasi dari jadwal semula di Masjid Asy Syifa, kegiatan tetap berlangsung khidmat di Langgar Al Hilal dengan kehadiran jajaran pejabat kecamatan serta tokoh masyarakat. Acara dibuka secara resmi oleh Bapak Sugiono yang menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah di tengah kesibukan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan ini tetap mengikuti format acara tahun 2026, yakni penyampaian tausiah dan sambutan dilakukan sebelum memasuki waktu berbuka puasa. Tim Safari Kecamatan yang hadir menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah dan warga dalam menyemarakkan syiar Islam di Kelurahan Pendingin.
Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, S.Sos, M.Si, dalam sambutannya memberikan imbauan penting terkait kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut. Beliau mengingatkan warga untuk selalu waspada menjaga kesehatan mengingat cuaca yang sering berubah-ubah serta mewaspadai potensi kebakaran rumah dengan selalu memeriksa kompor dan instalasi listrik. Pada kesempatan yang sama, Camat juga memperkenalkan Bapak Wahid selaku Kapolsek Sangasanga yang baru untuk menyapa warga secara langsung. Kapolsek Wahid menyampaikan rasa syukurnya dapat bersilaturahmi dengan warga Kelurahan Pendingin dan berharap dukungan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman bagi warga dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan.
Memasuki inti acara, Ustadz Rudiansyah menyampaikan tausiah yang menyentuh hati mengenai pemanfaatan nikmat umur dan kesehatan untuk beribadah kepada Allah SWT. Beliau mengutip pentingnya bersholawat kepada Baginda Rasulullah SAW minimal 100 kali sehari sebagai bentuk cinta dan pengharapan syafaat di hari akhir. Dalam ceramahnya, Ustadz Rudiansyah menjelaskan hadis mengenai empat golongan yang dirindukan surga (berdasarkan HR. Abu Daud dan Tirmidzi), yaitu orang yang gemar membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisan, orang yang memberi makan orang lapar, serta orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah cahaya hidup dan sebaik-baik manusia adalah mereka yang belajar serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga lisan juga menjadi poin krusial agar nilai puasa tidak berkurang akibat ucapan yang tidak bermanfaat atau menyakiti sesama.
Lebih lanjut, penceramah menjelaskan mengenai keutamaan pintu surga Ar-Rayyan yang dikhususkan bagi orang-orang yang berpuasa dengan penuh keimanan. Terkait puasa Syawal, beliau memberikan nasihat bijak kepada jamaah wanita agar mengutamakan untuk meng-qadha (mengganti) puasa Ramadhan terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal. Ustadz juga mengingatkan bahwa kematian adalah sesuatu yang paling dekat dengan manusia, sehingga setiap mukmin dilarang menyia-nyiakan waktu yang tidak mungkin terulang kembali. Syarat mutlak untuk masuk surga adalah iman yang dibuktikan melalui amal sholeh serta kesabaran dalam menghadapi ujian hidup. Hal ini menjadi pengingat bagi seluruh jamaah agar terus memperbaiki diri di sisa waktu bulan suci ini.
Sebagai penutup tausiah, dipaparkan tiga golongan yang dikhawatirkan amal puasanya terhalang atau ditolak oleh Allah SWT jika tidak segera bertaubat. Golongan tersebut meliputi anak yang durhaka kepada orang tua, istri yang durhaka kepada suami, serta orang yang memutus tali silaturahmi dengan tidak mau memaafkan saudaranya. Pesan ini menekankan bahwa ibadah vertikal kepada Allah SWT harus seimbang dengan hubungan horizontal yang baik antar sesama manusia. Rangkaian acara Safari Ramadhan II ini kemudian diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Muhammad Rais. Setelah doa, tim safari melanjutkan dengan buka puasa bersama dan Sholat Magrib berjamaah sebelum rombongan meninggalkan lokasi sesuai dengan run down yang telah ditetapkan.

