Safari Ramadhan Sangasanga Muara: Menjemput Keberkahan di Bulan Panen Raya
Pemerintah Kecamatan Sangasanga resmi memulai rangkaian Safari Ramadhan 1447 H / 2026 M yang bertempat di Masjid Al-Muchlisin, Kelurahan Sangasanga Muara pada hari Senin, 23 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi pembuka dari lima rangkaian kunjungan ke seluruh kelurahan di wilayah Sangasanga sebagai bentuk syiar Islam dan pelayanan kepada masyarakat. Rombongan Tim Safari yang berjumlah sekitar 35 berkumpul di Halaman Masjid Al Mukarromah sejak pukul 16.30 WITA sebelum bergerak menuju lokasi acara. Momentum ini diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pemerintah kecamatan, instansi vertikal, pihak swasta, dan seluruh lapisan warga Sangasanga Muara.
Acara diawali dengan sambutan dan tausiah yang disampaikan oleh Ustadz H. Tajuddin Nor, SH, sebelum waktu berbuka puasa tiba. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah “Bulan Panen Raya” di mana setiap amal ibadah akan mendapatkan ganjaran yang luar biasa dari Allah SWT. Aktivitas seperti membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, hingga ketulusan dalam melayani masyarakat merupakan ladang pahala yang harus dimaksimalkan. Ustadz H. Tajuddin Nor, SH mengajak seluruh jamaah untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan emas di bulan suci ini agar tidak keluar dari Ramadhan dengan tangan hampa.
Lebih lanjut, Ustadz H. Tajuddin Nor, SH memaparkan mengenai tiga tingkatan orang yang menjalankan ibadah puasa. Tingkatan pertama adalah puasa orang kebanyakan, yakni mereka yang berpuasa namun tidak mendapatkan pahala karena hanya sekadar menahan lapar dan dahaga tanpa menjaga kualitas ibadah lain seperti sholat dan tadarus. Tingkatan kedua adalah puasa orang yang istimewa, di mana seseorang mampu memelihara mata dan menjaga diri dari segala hal yang dapat membatalkan maupun mengurangi nilai-nilai pahala puasa. Adapun tingkatan tertinggi adalah puasa yang mencapai derajat kesempurnaan hati, di mana fokus utamanya hanya tertuju kepada keridhaan Allah semata.
Dalam arahannya, ditekankan pula pentingnya menjaga konsistensi ibadah sholat, baik wajib maupun sunnah. Jamaah diingatkan bahwa melaksanakan sholat tarawih di mana pun tidak menjadi persoalan, asalkan tetap dikerjakan daripada tidak sama sekali selama bulan Ramadhan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa inti dari sholat tarawih adalah nilai ibadahnya, bukan sekadar jumlah rakaat yang banyak. Meskipun tarawih adalah sunnah yang sangat dianjurkan, jamaah juga diingatkan bahwa sunnah yang paling afdal sebenarnya adalah sholat ba’diyah Isya yang tidak boleh terlewatkan.
Menutup rangkaian Safari Ramadhan pertama ini, diinformasikan pula mengenai kemudahan dalam penunaian zakat fitrah yang sudah dapat dilaksanakan sejak awal bulan Ramadhan. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mempersiapkan kewajibannya lebih dini untuk membantu sesama yang membutuhkan. Sesuai dengan jadwal, rangkaian Safari Ramadhan Kecamatan Sangasanga selanjutnya akan bersambung ke Kelurahan Pendingin yang dijadwalkan pada hari Selasa, 24 Februari 2026. Melalui agenda rutin ini, Pemerintah Kecamatan Sangasanga berharap semangat “Bulan Panen Raya” ini terus terjaga hingga akhir Ramadhan nanti.

