Berita KecamatanKesejahteraan SosialSekretariat

Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia Kalimantan Gelar Sosialisasi Kanker Bagi Staf Kantor Camat Sangasanga

SANGASANGA – Yayasan Sosialisasi Kanker Indonesia (YSKI) Kalimantan menggelar kegiatan edukasi kesehatan yang ditujukan bagi seluruh staf di lingkungan Kantor Camat Sangasanga pada Kamis (15/1). Kegiatan ini dilaksanakan menindaklanjuti undangan resmi dari YSKI Kalimantan sebagai upaya preventif dalam menekan angka penderita kanker di wilayah setempat. Acara yang dimulai tepat pukul 10.00 WITA tersebut bertempat di ruang rapat Kantor Camat Sangasanga dengan dihadiri oleh jajaran aparatur sipil negara dan tenaga bantuan. Seluruh peserta tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan oleh tim ahli dari yayasan tersebut. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam meningkatkan kesadaran kolektif mengenai bahaya penyakit tidak menular di lingkungan kerja.

Sesi awal sosialisasi dimulai dengan pengenalan mendalam mengenai definisi kanker dan berbagai macam jenis kanker yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia. Narasumber menjelaskan secara rinci perbedaan antara tumor jinak dan tumor ganas agar para staf tidak terjebak dalam mitos kesehatan yang keliru. Selain itu, dipaparkan pula berbagai gejala awal yang sering kali diabaikan oleh masyarakat, seperti perubahan fisik yang tidak wajar pada bagian tubuh tertentu. Penjelasan mengenai faktor risiko, baik dari segi genetik maupun gaya hidup, menjadi poin utama untuk memberikan pemahaman menyeluruh bagi para peserta. Melalui pengenalan ini, diharapkan staf kecamatan dapat lebih waspada terhadap tanda-tanda peringatan dini pada tubuh mereka sendiri.

Dalam pemaparan lebih lanjut, YSKI Kalimantan menekankan pentingnya langkah pencegahan melalui deteksi dini secara mandiri maupun medis. Salah satu materi praktik yang disampaikan secara detail adalah prosedur pemeriksaan kanker payudara secara mandiri yang benar dan efektif. Tim sosialisasi memberikan instruksi langkah demi langkah agar para staf wanita khususnya, dapat mendeteksi adanya benjolan atau anomali sedari awal. Pencegahan juga dikaitkan dengan pola hidup sehat, termasuk pengaturan diet dan manajemen stres yang baik di lingkungan kantor. Upaya preventif ini dinilai jauh lebih efektif dan ekonomis dibandingkan dengan proses pengobatan yang harus dilakukan saat kanker sudah memasuki stadium lanjut.

Bagian krusial dari sosialisasi ini juga membahas mengenai keamanan obat-obatan herbal atau suplemen yang beredar luas di pasaran sebagai langkah pencegahan. YSKI mengimbau para staf untuk selalu teliti dalam mengecek legalitas produk melalui izin BPOM serta memastikan penggunaan cangkang kapsul yang bening dan memiliki label halal resmi. Komposisi produk juga menjadi sorotan utama, di mana peserta disarankan mencari produk dengan kandungan Curcuma zedoaria atau Temu Putih pada urutan komposisi paling awal atau tertinggi. Informasi mengenai nama latin tanaman obat ini diberikan agar masyarakat tidak keliru dalam memilih produk kesehatan yang orisinal. Pengecekan label dan komposisi ini merupakan bagian dari edukasi konsumen yang cerdas demi menjamin keamanan jangka panjang.

Sebagai penutup, pihak YSKI Kalimantan menegaskan tanggung jawab moral mereka dalam membimbing masyarakat untuk mendapatkan pengobatan yang tepat. Peserta diingatkan agar selalu mencari obat di fasilitas resmi seperti apotek atau toko obat berizin yang jelas penanggung jawabnya. Yayasan berharap informasi yang diberikan selama kurang lebih 60 menit ini dapat menjadi bekal pengetahuan yang dibagikan kembali kepada keluarga maupun masyarakat luas di Sangasanga. Camat Sangasanga melalui Kassubag Umum menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiatif YSKI dalam memberikan edukasi gratis ini. Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab singkat pelaksanaan program literasi kesehatan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *