Berita KecamatanKesejahteraan Sosial

Persiapkan MTQ Tingkat Kecamatan, LPTQ Sangasanga Gelar Rapat Koordinasi dan Efisiensi Anggaran

SANGASANGA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kecamatan Sangasanga menggelar rapat koordinasi teknis dalam rangka persiapan Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Sangasanga di Kelurahan Pendingin. Pertemuan penting ini dibuka oleh staf Kelurahan Pendingin, Ibu Siti, dengan dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kecamatan, unsur Kelurahan, serta panitia lokal. Rapat koordinasi ini difokuskan pada penyesuaian teknis pelaksanaan MTQ di tengah kebijakan efisiensi anggaran secara nasional yang bersumber dari pemerintah pusat. Dalam arahannya, Camat Sangasanga, Muhammad Dachriansyah, S.Sos., M.Si., menekankan pentingnya menjaga esensi serta kualitas syi’ar Islam meskipun kegiatan digelar dengan skema anggaran terbatas. Beliau memutuskan bahwa pelaksanaan MTQ kali ini dipersingkat menjadi dua hari, yaitu pada 29 hingga 30 Juli 2026, guna menekan alokasi pembiayaan operasional seminimal mungkin.

Penyelenggaraan acara yang difokuskan selama dua hari ini juga dirancang secara cermat agar tidak menganggu jadwal pendidikan para peserta yang mayoritas merupakan pelajar. Camat Sangasanga menjelaskan bahwa pembukaan acara akan dilaksanakan pada Rabu pagi, 29 Juli 2026, dan langsung dilanjutkan dengan sesi perlombaan di arena yang telah ditentukan. Kebijakan ini diambil agar para siswa-siswi peserta MTQ tidak perlu mengajukan izin atau dispensasi sekolah dalam waktu yang terlalu lama. Seluruh rangkaian kompetisi ditargetkan rampung dan ditutup secara resmi pada Kamis malam tanggal 30 Juli 2026. Untuk menopang kebutuhan logistik seperti konsumsi harian dan snack peserta di setiap arena, pihak Kecamatan bersama Kelurahan akan membangun koordinasi aktif dengan perusahaan-perusahaan swasta di wilayah Sangasanga.

Sementara itu, Sekcam Sangasanga selaku Ketua LPTQ Sangasanga, Bapak Sudarmadi, S.I.P., memaparkan estimasi anggaran pelaksanaan yang disiapkan berada di kisaran Rp40 juta, ditambah Rp30 juta untuk belanja hadiah serta pembiayaan dewan hakim. Beliau menyebutkan bahwa pada penyelenggaraan tahun ini terdapat delapan golongan lomba dalam cabang Tilawah Al-Qur’an yang dipertandingkan, meliputi Tartil Putera dan Puteri, Qari Anak-Anak Putera dan Puteri, Qari Remaja Putera dan Puteri, serta Qari Dewasa Putera dan Puteri. Penyelenggaraan kegiatan ini tetap mengacu pada edaran Ketua LPTQ Kabupaten Kutai Kartanegara dengan menghadirkan perwakilan LPTQ Kabupaten Kukar hingga akhir Juli 2026. Penyesuaian anggaran ini dilakukan agar Kecamatan Sangasanga tetap dapat menyelenggarakan MTQ serta terhindar dari sanksi administratif keikutsertaan MTQ tingkat Kabupaten. Pengurus LPTQ Sangasanga berharap, keterbatasan anggaran ini tidak menyurutkan semangat serta kualitas performa anak-anak di panggung kompetisi.

Terkait tata acara seremoni pembukaan, Kasi Kesos Kecamatan Sangasanga selaku Sekretaris LPTQ Sangasanga, Bapak Iman Gazali Rachman, S.Ag., M.Si., menyampaikan beberapa opsi penyederhanaan yang masih dalam tahap perundingan. Pasukan pengibar bendera direncakan hanya melibatkan tiga orang petugas khusus untuk mengibarkan bendera LPTQ, mengingat bendera Merah Putih sudah terpasang lebih awal di lokasi acara. Posisi bendera LPTQ nantinya ditata berdampingan di samping bendera Merah Putih dengan posisi bendera LPTQ sedikit lebih rendah sebagai bentuk penghormatan. Selain itu, pengisian lagu oleh kelompok paduan suara masih dipertimbangkan khusus untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars MTQ, sembari menunggu koordinasi lanjut dari Ketua LPTQ Sangasanga dengan LPTQ Kabupaten. Untuk memfasilitasi jalannya lomba, panitia menyepakati penggunaan dua arena utama, yakni Aula Terbuka BPU Kelurahan Pendingin dan salah satu Mushola di dekat Kantor Kelurahan Pendingin.

Di akhir sesi, Lurah Pendingin Bapak Rahmat Hidayat, S.Sos., mengimbau masyarakat dan elemen lokal untuk saling bergotong royong menyukseskan gelaran acara di wilayahnya. Setelah diskusi interaktif dan penutupan rapat oleh Ibu Sri, panitia lokal melanjutkan agenda rapat internal guna memantapkan pembagian tugas kerja teknis. Pada saat bersamaan, Tim Kecamatan Sangasanga bersama jajaran kelurahan turun langsung meninjau calon lokasi Arena 1 dan Arena 2. Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan tata letak panggung, kecukupan kapasitas 200 kursi undangan, serta kondisi teknis tempat perlombaan. Pihak kecamatan optimistis, sinergi antara pemerintah, LPTQ, perusahaan swasta, dan masyarakat dapat mewujudkan penyelenggaraan MTQ yang khidmat dan efisien.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *