Persiapan Matang, Panitia HUT RI ke-81 Kecamatan Sangasanga Gelar Rapat Terakhir
SANGASANGA – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus 2026, Panitia Pelaksana Tingkat Kecamatan Sangasanga menggelar rapat koordinasi terakhir. Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Sangasanga pada Rabu (12/08/2026) ini dipimpin oleh Bapak Suyono selaku Ketua I Panitia, didampingi oleh Sekretaris, Bapak Muliady Sugiansyah, S.Pd., M.A.P., dan Bendahara, Bapak Sukirno. Pertemuan penting ini dihadiri oleh perwakilan dari seluruh seksi kepanitiaan, unsur Forkopimcam (Pembina dan Penasehat), serta undangan terkait lainnya untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Agenda utama rapat adalah mendengarkan laporan kemajuan dari setiap seksi dan mematangkan detail teknis pelaksanaan di lapangan.
Kasi Pemerintahan Kantor Camat Sangasanga, Bapak Muliady Sugiansyah, S.Pd., M.A.P., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Panitia, memberikan paparan komprehensif mengenai kesiapan keseluruhan. Beliau menjelaskan bahwa persiapan secara umum sudah sangat matang dan mencapai tahapan final. Sebagai langkah krusial sebelum hari H, panitia menjadwalkan pelaksanaan gladi bersih untuk Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera pada hari Minggu, 16 Agustus 2026. “Kami fokus pada sinkronisasi semua unsur pendukung, sehingga saat hari pelaksanaan, segalanya bisa berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti,” ujar Bapak Muliady mantap. Kepastian agenda gladi bersih ini menjadi sinyal kuat kesiapan panitia untuk menyuguhkan peringatan yang khidmat dan semarak.
Laporan mendetail disampaikan oleh Seksi Upacara, yang menyatakan bahwa kesiapan untuk puncak acara di Lapangan Taman Palagan Sangasanga sudah mencapai 90 persen. Tim Paskibraka telah menjalani latihan intensif selama dua minggu terakhir dan kondisi fisik maupun mental mereka dilaporkan dalam keadaan prima, siap melaksanakan tugas negara. Rangkaian prosesi pengukuhan telah dijadwalkan, dimulai dengan Gladi Pengukuhan pada tanggal 15 Agustus pagi, dilanjutkan dengan acara Pengukuhan resmi pada malam harinya di Wisma Ria. Terkait logistik acara pengukuhan, seksi upacara mengajukan kebutuhan kendaraan mobile untuk mobilitas panitia dari area Putra Ramli menuju Wisma Ria pada malam tersebut. Koordinasi ini sangat penting untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran alur acara di Wisma Ria.
Seksi Acara, melalui Bapak Sugiono dan Bapak Edi, turut memberikan update terkait kemeriahan pendukung. Bapak Sugiono memastikan bahwa persiapan Gerak dan Lagu untuk parade di akhir upacara sudah siap ditampilkan dan diharapkan menjadi daya tarik tersendiri. Sementara Bapak Edi menyampaikan koordinasi dengan pihak PGRI, PAUD, hingga SLTA, di mana disepakati peserta upacara akan mengenakan seragam masing-masing yang rapi. Guru-guru akan memakai baju PGRI, sedangkan Pramuka sebagian akan mengenakan Pakaian Pramuka lengkap. Selain itu, Panitia juga mengkonfirmasi kehadiran delapan Mantan Camat Sangasanga yang telah diundang khusus untuk ikut memeriahkan peringatan tahun ini. Guna memberikan kepastian hukum bagi para petugas, Seksi Acara meminta segera diterbitkan surat resmi untuk Renungan Suci.
Dalam sesi diskusi, berbagai masukan dan kesepakatan penting berhasil dicapai demi keamanan, kenyamanan, dan kesemarakkan acara. Terkait Lomba Ketinting, panitia memutuskan lomba ini hanya akan dilaksanakan untuk tingkat lokal Sangasanga saja, dengan pengaturan keamanan ketat yang dikoordinasikan langsung dengan pihak Kepolisian (Polsek) dan Koramil 0906-05/Sangasanga. Kesiapan tim medis dan kesehatan dari Puskesmas, Saka Bakti Husada, dan PMI juga telah dipastikan stand-by selama seluruh rangkaian kegiatan. Perwakilan Pertamina menyampaikan informasi bahwa mereka akan menggelar upacara internal terlebih dahulu di lingkungan Pertamina sebelum bergabung dalam upacara utama di Lapangan Taman Palagan Sangasanga. Terkait pakaian peserta upacara, Kasi Kesra selaku Plt Kasi Trantib menjelaskan bahwa untuk pegawai non-jabatan pagi mengenakan batik Korpri, sedangkan bagi Lurah dan para Kasi menggunakan jas dan peci. Kassubag Umpeg menyarankan pembagian peserta dari PGRI agar pelaksanaan Upacara Parade dan Upacara Aubade tetap terlihat penuh dan semarak. Menutup rangkaian kegiatan di bulan Agustus, seksi upacara juga menyampaikan rencana pelaksanaan Upacara Hari Pramuka pada tanggal 19 Agustus dan memohon dukungan penyediaan tenda atau panggung utama yang tetap berdiri hingga tanggal tersebut.

